Tidak Merokok Bukan Berarti Aman: Bahaya Perokok Pasif
by Sani Eka Wiranti, S.KM
17 September 2025

Tidak Merokok Bukan Berarti Aman: Bahaya Perokok Pasif

Hingga saat ini, merokok telah menjadi kebiasaan yang lumrah di masyarakat. Banyak orang beranggapan dirinya aman selama tidak merokok. Padahal, bahaya rokok tidak hanya mengancam perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Mereka yang tidak merokok namun tetap menghirup asap rokok dikenal sebagai perokok pasif (secondhand smoke).

Perokok pasif berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, bahkan dapat berujung pada kematian. Menurut data dari World Health Organization (WHO), sekitar 8 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penggunaan tembakau. Dari jumlah tersebut, 7 juta di antaranya adalah perokok aktif, sementara 1,3 juta lainnya adalah perokok pasif.

Di Indonesia, hasil Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 terhadap 9.156 responden menunjukkan bahwa prevalensi perokok pasif masih sangat tinggi. 44,8% responden melaporkan terpapar asap rokok di tempat kerja, 59,3% di rumah, 51,4% di gedung pemerintahan atau kantor, 14,2% di fasilitas umum, 74,2% di tempat makan, dan 40,5% di transportasi umum (World Health Organization, 2021).

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia, termasuk karbon monoksida, hidrogen sianida, dan benzena. Ratusan di antaranya bersifat berbahaya, bahkan puluhan terbukti karsinogenik atau pemicu kanker. Artinya, sekecil apa pun paparan asap rokok tetap berisiko bagi kesehatan, baik bagi perokok aktif maupun pasif.


Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan

Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), sering menghirup asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20–30%. Artinya, perokok pasif pun memiliki ancaman serius terhadap kesehatannya, meskipun tidak pernah merokok. Berikut ini beberapa dampak yang dapat ditimbulkan asap rokok bagi kesehatan:

  1. Penyakit Paru
    Asap rokok memperburuk kondisi paru-paru, terutama bagi penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Bahkan orang yang awalnya sehat pun bisa mengalami masalah paru-paru akibat paparan jangka panjang.

  2. Penyakit Jantung
    Zat berbahaya dalam asap rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta serangan jantung.

  3. Kanker
    Selain meningkatkan risiko kanker paru, kandungan benzena dalam asap rokok juga bisa memicu leukemia. Lebih dari 50 penelitian menunjukkan adanya kaitan erat antara paparan asap rokok dengan kanker paru.

  4. Gangguan Kesuburan
    Paparan asap rokok memengaruhi hormon, kualitas sperma, dan bisa menyebabkan impotensi, sehingga berisiko menimbulkan infertilitas.

  5. Gangguan Kehamilan
    Ibu hamil yang terpapar asap rokok berisiko mengalami kehamilan anggur, kehamilan di luar rahim, hingga komplikasi serius lainnya.

  6.  Alergi dan Asma pada Anak
    Paparan asap rokok meningkatkan risiko asma pada anak. Selain itu, alergi lain seperti rhinitis alergi juga bisa lebih sering muncul.

  7. Berat Badan Lahir Rendah
    Bayi dari ibu yang terpapar asap rokok saat hamil cenderung lahir dengan berat badan rendah, sehingga lebih rentan terkena masalah kesehatan.

  8. Persalinan Prematur
    Paparan asap rokok meningkatkan risiko kelahiran prematur. WHO memperkirakan ada sekitar 1,2 juta bayi meninggal setiap tahun akibat kelahiran prematur yang terkait dengan asap rokok.

  9. Gangguan Perkembangan Janin
    Asap rokok dapat mengganggu perkembangan paru, jantung, sistem saraf, dan pencernaan janin, yang berpengaruh pada kesehatan dan perilaku anak di masa depan.

  10. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)
    Setiap tahun, sekitar 65.000 anak meninggal akibat menjadi perokok pasif. Salah satu risikonya adalah SIDS atau kematian mendadak pada bayi.

  11. Imunitas Menurun
    Anak-anak yang rutin terpapar asap rokok lebih mudah terserang infeksi, seperti bronkitis, pneumonia, hingga infeksi telinga tengah.

Third-hand Smoke: Bahaya yang Sering Tidak Disadari

Mungkin banyak orang baru pertama kali mendengar istilah ini. Third-hand smoke adalah sisa zat berbahaya dari asap rokok yang menempel pada debu, pakaian, rambut, kulit, dinding, atau perabotan, bahkan setelah rokok sudah lama padam.

Penelitian dari Universitas San Diego State, Amerika Serikat menunjukkan bahwa residu ini bisa bertahan di berbagai tempat seperti ruangan, mobil, hingga furnitur. Bau rokok yang menempel atau noda kekuningan pada dinding dan furnitur adalah tanda adanya third-hand smoke.

Masalahnya, zat berbahaya ini tetap bisa masuk ke tubuh, terutama pada anak-anak dan bayi yang sering menyentuh atau bermain di sekitar area yang terpapar. Karena itu, bahaya rokok tidak berhenti hanya pada asapnya saja, tetapi juga pada sisa racunnya.


Tips Melindungi Diri dari Asap Rokok

  • Ingatkan dengan sopan orang yang merokok di sembarang tempat, terutama bila ada anak-anak atau ibu hamil.
  • Hindari lingkungan penuh asap rokok dengan memilih area terbuka atau berventilasi baik.
  • Terapkan rumah bebas rokok karena asap dapat menempel di perabot dan membahayakan keluarga.
  • Pilih ruangan bebas asap rokok di tempat umum, serta dukung aturan Kawasan Tanpa Rokok.
  • Gunakan masker bila terpaksa berada di area berasap untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.

Kesimpulan

Tidak merokok bukan berarti aman, karena asap rokok tetap berbahaya bagi siapa pun yang menghirupnya. Perokok pasif berisiko mengalami penyakit paru, jantung, kanker, hingga gangguan kehamilan dan tumbuh kembang anak. Bahkan setelah rokok padam, residu berbahaya (third-hand smoke) masih menempel di pakaian, dinding, dan perabotan. Tidak ada batas aman paparan asap rokok, oleh karenanya, cara terbaik melindungi diri dan keluarga adalah dengan menciptakan lingkungan bebas asap rokok.


Referensi

Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. (2021). Bahaya menjadi perokok pasif dan langkah pencegahannya. Universitas Airlangga. Diakses pada 8 September 2025, dari https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/770-bahaya-menjadi-perokok-pasif-dan-langkah-pencegahannya

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Bahaya perokok pasif dan langkah pencegahannya. Kementerian Kesehatan RI. Diakses 8 September 2025, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/372/bahaya-perokok-pasif

Koalisi Bebas TAR. (2023). Mengenal third-hand smoke dan dampak kesehatannya. Koalisi Bebas TAR. Diakses 9 September 2025, dari https://koalisibebastar.com/article/mengenal-third-hand-smoke-dampak-kesehatan

World Health Organization. (2021). Global Adult Tobacco Survey (GATS): Indonesia fact sheet 2021 (pp. 1–2). World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240061735

 

 

Materi Ini telah di verifikasi oleh :
Tags :
blog-area
RSUD Karsa Husada Batu
Sani Eka Wiranti, S.KM