Setiap bulan Oktober, dunia memperingati World Breast Cancer Awareness Month, atau Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia. Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kesadaran, deteksi dini, dan dukungan bagi para pejuang kanker payudara.
Di Indonesia, kanker payudara masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Berdasarkan data Globocan 2022, tercatat lebih dari 73.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai sekitar 22.000 kasus. Menurut Dinas Kesehatan Batu, kanker payudara menjadi jenis kanker terbanyak yang diderita masyarakat Batu. Fakta ini menunjukkan bahwa kanker payudara bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga tantangan besar dalam mewujudkan keluarga dan generasi Indonesia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal pada jaringan payudara yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Pada tahap awal, kanker payudara sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan, sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Deteksi dini menjadi kunci penting untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara. Dengan penemuan pada tahap awal, peluang kesembuhan bisa mencapai lebih dari 90%, sementara pada stadium lanjut angka tersebut menurun drastis.
Langkah-langkah sederhana seperti SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, terutama bagi wanita berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan mamografi sangat dianjurkan.
Mamografi adalah pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi perubahan pada jaringan payudara, termasuk benjolan yang tidak dapat dirasakan melalui pemeriksaan fisik biasa.
Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk:
Mendeteksi kanker payudara pada stadium sangat awal, bahkan sebelum muncul gejala klinis.
Menentukan karakteristik lesi, apakah cenderung jinak atau ganas.
Membantu dokter menentukan langkah diagnosis dan penatalaksanaan selanjutnya.
Hasil mamografi akan dievaluasi oleh dokter spesialis radiologi, yang berperan penting dalam memastikan interpretasi yang tepat.
Kanker payudara bukan hanya penyakit, tetapi ujian bagi keluarga. Ketika seorang ibu sakit, keseimbangan keluarga pun terganggu, baik secara fisik, emosional, maupun ekonomi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan payudara adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan keluarga.
Melalui semangat World Breast Cancer Awareness 2025, RSUD Karsa Husada Batu mengajak seluruh perempuan untuk:
Melakukan SADARI setiap bulan, terutama setelah masa haid selesai.
Menjalani SADANIS minimal setahun sekali di fasilitas kesehatan.
Menjadwalkan mamografi secara berkala sesuai usia dan faktor risiko.
Tidak menunda pemeriksaan jika ditemukan kelainan pada payudara.
RSUD Karsa Husada Batu
Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan masyarakat
© 2025 IT-PKRS RSUD Karsa Husada. All Rights Reserved